Ke Arah Museum Revolusi
Blog post description.
BOOKS


Judul: Ke Arah Museum Revolusi
Nirwan Dewanto
Penyelian aksara: Lintang Madani
Penata rupa: Bambang Nurdiansyah
Penganggit Goresan sampul: Nirwan Dewanto
Pembuat foto penulis: Widhi Cahya
Cetakan pertama, Mei 2025
Cetakan kedua, Desember 2025
ISBN 978-623-5879-16-1
viii + 124 halaman | 13 x 19 cm
Harga: 100.000
Kita pernah membaca cerita seperti itu, misalnya dari sebongkah batu prasasti di Museum Revolusi, bagian dari sebuah tarikh panjang tentang seorang kaisar yang hanya bersedia bertahta selama sepuluh tahun dan mencegah anaknya semata wayang menjadi si putra mahkota. Salah seorang dari kita, yang lebih pandai membaca, berkata, “Kakek-nenek moyang kita telah memaksa ia, sang kaisar, memindahkan pusat kuasa ke seberang laut, untuk dua alasan. Yang pertama, para imam di ibu kota lama mencandui rakyat di seluruh negeri untuk kembali ke zaman gelap. Yang kedua, para panglima terlalu mudah merancang kudeta di pulau ini.”
Ketika arkeologi menemukan kau di penggalian yang bertakik-takik di balik endapan tufa, pelarianmu justru baru mulai. Para penyigi, yang gementar apakah yang terpacak di sisimu adalah jejak-jemejak tiang gantungan, kelewang haus darah, capit besi penyiksaan, buli-buli mangsi, atau perisai pelindung kemurnian farji, segera memindahkan kau ke Museum Revolusi. Dan para pengunjung pun mengagumi belenggu yang tak pernah berkarat di kaki kirimu, pena yang tak berhenti bergetar di tangan kananmu, barut biru bekas cambukan di pangkal lehermu, dan cermin tanpa noda yang bersandar ke julai rambutmu.
